<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Tafakur in The Cyber World</title>
	<link>http://tafakur2005.blogsome.com</link>
	<description>dzikir, fikir, ikhtiar</description>
	<pubDate>Sun, 01 Jan 2006 02:05:43 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Formalin&#8230;&#8230; hati-hati lho&#8230;.</title>
		<link>http://tafakur2005.blogsome.com/2006/01/01/formalin-hati-hati-lho/</link>
		<comments>http://tafakur2005.blogsome.com/2006/01/01/formalin-hati-hati-lho/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2006 02:05:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tafakur2005</dc:creator>
		
	<category>lain-lain</category>
		<guid>http://tafakur2005.blogsome.com/2006/01/01/formalin-hati-hati-lho/</guid>
		<description><![CDATA[	Anda termasuk penggemar Mie bakso, tahu ataupun ikan, terutama ikan asin ? Sepertinya mulai saat ini kita harus lebih berhati-hati. Pasalnya, baru-baru ini Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan kadar formalin yang cukup tinggi pada ikan asin, mie basah dan tahu. Yang lebih mengagetkan adalah kadar formalin tersebut tak hanya ditemukan pada makanan-makanan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Anda termasuk penggemar Mie bakso, tahu ataupun ikan, terutama ikan asin ? Sepertinya mulai saat ini kita harus lebih berhati-hati. Pasalnya, baru-baru ini Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan kadar formalin yang cukup tinggi pada ikan asin, mie basah dan tahu. Yang lebih mengagetkan adalah kadar formalin tersebut tak hanya ditemukan pada makanan-makanan yang dijual di pasar tradisional, namun juga di supermarket.</p>
	<p>Keberadaan formalin dalam beberapa jenis makanan sebenarnya bukan hal baru. Namun kurangnya informasi atau sosialisasi mengenai bahaya zat tersebut, dan sulitnya membedakan produk yang diawetkan dengan formalin boleh jadi sebagai salah satu penyebab masyarakat kita seperti bersikap tidak ambil peduli. Perilaku sebagian konsumen yang masih senang memilih produk yang awet dan harga yang murah ditenggarai juga menjadi penyebab lain, mengapa formalin masih digunakan pada makanan.</p>
	<p>Formalin sendiri merupakan nama dagang dari larutan formaldehida dalam air yang biasanya mengandung 10 – 15 persen metanol untuk mencegah polimerisasi. Formalin kerap digunakan sebagai desinfekstan untuk pembersih lantai, sebagai germisida dan fungisida pada tanaman dan sayuran, serta sebagai pembasmi serangga. Selain itu formalin dapat difungsikan juga sebagai bahan pengeras jaringan dan untuk mengawetkan mayat.</p>
	<p>Apabila formalin tercampur dalam makanan dengan dosis rendah maka akan menyebabkan keracunan. Namun apabila termakan dalam dosis tinggi akan sangat membahayakan, karena hanya dalam beberapa jam saja akan menyebabkan seseorang yang memakannya menjadi kejang-kejang, kencing darah, muntah darah bahkan dapat berujung kematian.</p>
	<p>Formalin ini sangat mudah diserap melalui saluran pernafasan dan pencernaan. Penggunaan formalin dalam jangka panjang dapat berakibat buruk pada organ tubuh, seperti kerusakan hati dan ginjal.</p>
	<p>Dari sisi regulasi, penggunaan formalin sebagai bahan pengawet makanan sebenarnya telah dilarang sejak tahun 1982. Tata cara perniagaannya bahkan telah diatur dengan Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 54/MPP/KEP/7/2000. Impor zat formalin hanya bisa dilakukan oleh para importir produsen yang diakui Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Selain itu ijin mengimpor itu pun peruntukannya hanya untuk kebutuhan sendiri. Namun, yang menjadi masalah adalah rendahnya pengawasan penggunaan formalin, dan realisasi sangsi hukum terhadap produsen yang menggunakan formalin untuk makanan.</p>
	<p>Membedakan Makanan Mengandung Formalin</p>
	<p>Bagi masyarakat awam, untuk dapat membedakan makanan yang mengandung formalin tentu sangat sulit. Karena hal itu secara akurat hanya dapat dilakukan di laboratorium dengan menggunakan pereaksi kimia. Namun, BPOM menyebutkan ciri-ciri umum beberapa makanan yang diduga mengandung formalin.</p>
	<p>Untuk jenis mie basah, kita bisa mengenali ciri-ciri sebagai berikut : Pertama, mie basah tersebut tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius), dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius). Kedua, bau mie agak menyengat, yakni bau khas formalin. Ketiga, mie basah ini tidak lengket lebih mengkilap dibanding mie secara umumnya.</p>
	<p>Sedangkan untuk tahu yang mengandung formalin, memiliki ciri-ciri umum, pertama, tahu tidak rusak hingga tiga hari pada suhu kamar dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es. Kedua, tahu keras, namun tidak padat. Ketiga bau agak menyengat khas formalin.</p>
	<p>Lalu, untuk baso yang mengandung formalin, kita bisa mengenali ciri-ciri secara umum, yakni : Pertama, tidak rusak sampai lima hari pada suhu kamar. Kedua, memiliki tekstur sangat kenyal</p>
	<p>Khusus untuk ciri-ciri ikan segar yang mengandung formalin, biasanya tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar. Warna insang pada ikan merah tua dan tidak cemerlang, dan bau menyengat khas bau formalin</p>
	<p>Berbeda dengan ikan segar, ikan asin yang mengandung formalin, menurut BPOM tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar. Warna ikan asin pun bersih cerah, namun tidak berbau khas ikan asin.</p>
	<p>Ciri-ciri di atas memang hanya bersifat umum, namun setidaknya dapat memberikan sedikit gambaran kepada kita tentang ciri makanan yang diduga mengandung formalin. Karena bagaimanapun juga, harus tetap diwaspadai, jangan sampai makanan yang kita konsumsi malah menuai penyakit, padahal seharusnya makanan menjadi sumber kesehatan bagi tubuh.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafakur2005.blogsome.com/2006/01/01/formalin-hati-hati-lho/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Renungan 2005</title>
		<link>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/12/31/renungan-2005/</link>
		<comments>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/12/31/renungan-2005/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2005 16:14:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tafakur2005</dc:creator>
		
	<category>renungan</category>
		<guid>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/12/31/renungan-2005/</guid>
		<description><![CDATA[	Waktu tak pernah menoleh ke belakang. Ia laksana busur panah yang meluncur kencang ke depan. Waktu bagi tak bisa kembali. Satu jam, satu menit, bahkan satu detik yang lalu, tiada satupun makhluk di bumi ini yang mampu mundur ke masa lalu.
	Masa memang sangat berharga. Namun kehadirannya kadang tidak disadari, bahkan tak jarang lebih banyak disia-siakan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Waktu tak pernah menoleh ke belakang. Ia laksana busur panah yang meluncur kencang ke depan. Waktu bagi tak bisa kembali. Satu jam, satu menit, bahkan satu detik yang lalu, tiada satupun makhluk di bumi ini yang mampu mundur ke masa lalu.</p>
	<p>Masa memang sangat berharga. Namun kehadirannya kadang tidak disadari, bahkan tak jarang lebih banyak disia-siakan. Padahal setiap insan akan mempertanggungjawabkan sang waktu di hadapan Allah SWT.</p>
	<p>Tahun 2005 segera berlalu, tahun 2006 akan menghampiri. Kendati masa tak bisa kembali, namun apa yang telah kita jalani ke belakang, tentu sarat dengan renungan dan pelajaran. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Quran surat Al Furqan, ayat 62 : &#8216;&#8217;Dia (Allah SWT) menjadikan malam dan siang dan silih berganti untuk memberi waktu (kesempatan) kepada orang yang ingin mengingat (mengambil pelajaran) atau orang yang ingin bersyukur.'&#8217;</p>
	<p>Semoga runtutan beberapa kejadian penting di Indonesia selama tahun 2005, yang kami paparkan di bawah ini akan mengingatkan kita, menyadarkan kita, dan memberikan banyak hikmah yang bermanfaat untuk perjalanan lorong waktu kita selanjutnya. Semoga.</p>
	<p>Januari</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Mengawali tahun 2005, air mata kita masih belum kering akibat bencana gempa dan gelombang tsunami yang menerjang Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), 26 Desember 2004. Namun jika terus berlarut dalam kesedihan, kapan kita akan bangkit ? Meski Banda Aceh masih dalam keadaan porak-poranda, Pemerintahan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) mulai beroperasi pada Senin (3/1). Beroperasinya administrasi ini menandakan langkah awal pemulihan Aceh dari kelumpuhan akibat tsunami.</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Gempa berkekuatan 5,2 Skala Richter mengguncang bagian selatan Kabupaten Garut, Minggu (2/1), merobohkan puluhan rumah dan merusak ratusan rumah lainnya. Tercatat juga gempa susulan di Palu serta gempa di Pulau Bali dan Lombok.</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Indonesia, sebagai daerah rawan bencana, kembali diguncang gempa. Kali ini gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, Senin (24/1). Rakyat langsung mengungsi karena takut kemungkinan adanya tsunami seperti yang terjadi di Aceh.</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Tiga menteri Indonesia telah tiba di Helsinki Finlandia untuk melakukan pembicaraan damai dengan pemimpin separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Jumat (28/1). Mereka adalah Menneg Kominfo Sofjan Djalil, Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin, dan Menko Polhukam Widodo AS.</p>
	<p>Febuari</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Wabah demam berdarah dengue semakin meluas setelah Jakarta menyusul Jawa Barat dengan diberikannya status kejadian luar biasa (KLB) kepada kota ibukota tersebut. Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Jawa Barat hingga 10 Februari 2005 telah mencapai 1.011 orang. Korban meninggal telah berjumlah 36 orang.</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Akibat guyuran hujan selama dua hari berturut-turut, gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Leuwigajah di Kel. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi longsor dan menimbun persawahan dan puluhan rumah yang berada di bawahnya, Senin (21/2) dini hari. Akibatnya, puluhan rumah di Kp. Cilimus dan Kp. Gunung Aki, Desa Batujajar Timur, Kec. Batujajar, Kab. Bandung serta Kp. Pojok, Kel. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi tertimbun longsoran jutaan kubik sampah. Sedikitnya 29 orang tewas dalam peristiwa ini.</p>
	<p>Maret</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) rata-rata sebesar 29 persen sejak 1 Maret 2005. Pemerintah menegaskan alokasi dana subsidi akan lebih difokuskan untuk kesejahteraan rakyat miskin.</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Indonesia dan Malaysia terlibat sengketa terkait Blok Ambalat. Indonesia dan Malaysia mengintensifkan patroli lautnya dengan mengerahkan kapal perang masing-masing di dekat Karang Unarang, Blok Ambalat, perairan Laut Sulawesi, Kalimantan Timur, Rabu (23/3).</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Gempa bumi kembali merengut banyak korban di Indonesia. Pada hari Senin (28/3), pada pukul 23.09 WIB, gempa berkekuatan 8,7 Skala Richter terjadi di laut antara pulau Nias, Sumatra Utara dan Simeulue, Aceh pada sekitar pukul 23.09 WIB. Getarannya dirasakan di sekitar pulau Sumatra dan juga Malaysia. Pemerintah Indonesia memperkirakan jumlah korban mencapai 2.000 jiwa.</p>
	<p>April</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Dua lokasi pabrik pil ekstasi, yang berada di wilayah hukum Polres Bogor, digerebek Tim Mabes Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Selain menyita 5 drum berisi jutaan butir pil ekstasi dan 52 drum bahan baku pil ekstasi, senilai miliaran rupiah, pemilik pabrik ekstasi berskala internasional, Hans Phillip, tewas tertembak saat Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggerebekan, Jumat (8/4).</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mulyana W. Kusumah ditahan di Rutan Salemba, Sabtu (9/4). Penahanan Mulyana yang juga pendiri Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) dilakukan menyusul adanya dugaan suap terhadap Khairiansyah, pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di sebuah hotel di Slipi Jakarta Barat, Jumat (8/4) malam. </p>
	<p>    *</p>
	<p>      Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika 2005, sekaligus peringatan 50 tahun KAA, diselenggarakan di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, dan Gedung Merdeka, Bandung. Sedikitnya Sebanyak 89 kepala negara/pemerintahan dan utusan khusus, 10 perwakilan organisasi regional/sub-regional, 20 negara dan 11 organisasi internasional, 1.978 delegasi dan 1.426 perwakilan media domestik dan asing menghadiri perhelatan yang berlangsung pada tanggal 22-24 April 2005.</p>
	<p>Mei</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Kasus polio kembali muncul di Indonesia setelah 10 tahun. Departemen kesehatan menyatakan virus polio ini berasal dari Timur Tengah, dan merencanakan melakukan imunisasi di tiga propinsi, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten karena secara ekosistem, ketiga propinsi ini menjadi satu kesatuan. Berdasarkan hasil penelitian LBH Kesehatan Jakarta, tidak kurang dari 40 anak di Kec. Cidahu, Bojonggenteng dan Cicurug Kab. Sukabumi menderita lumpuh layuh.</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Nazaruddin Sjamsuddin, dijadikan tersangka dalam kasus dugaan korupsi di KPU. Nazaruddin ditangkap oleh penyidik KPK di ruang kerjanya pada Jumat (20/5). </p>
	<p>    *</p>
	<p>      Indonesia telah memulai imunisasi polio terhadap 6,4 juta anak anak pada hari Selasa (31/5). Pekan Imunisasi Nasional kedua akan dilaksanakan 28 Juni. Kasus polio kembali muncul pertama kali dalam sepuluh tahun terakhir, dengan 16 kasus dilaporkan.</p>
	<p>Juni</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Eksekusi hukuman cambuk, untuk pertama kalinya dilakukan terhadap 26 orang terpidana yang dijatuhi hukuman oleh Mahkamah Syar’iyah Bireuen berlangsung di depan publik di halaman Masjid Agung Bireuen, Aceh seusai salat Jumat (24/6) yang melibatkan 12 eksekutor dari wilayatul hisbah atau polisi syariat.</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Sedikitnya 2.400 balita di Cianjur menderita gizi buruk. Pada hari Selasa (14/6), Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan mengatakan, terungkapnya kasus gizi buruk di berbagai wilayah di provinsi ini, tidak terkait dengan kekurangan pangan. Hal itu lebih disebabkan budaya pemberian makanan (pola makan) kepada anak-anak balita yang tidak memenuhi standar kesehatan.</p>
	<p>Juli</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka meraih rancangan kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik hampir 30 tahun di Aceh pada hari Minggu (17/7). Sebuah Memorandum of Understanding resmi akan ditandatangani tanggal 15 Agustus.</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Tiga warga Tangerang, pada Rabu (20/7) dipastikan sebagai korban pertama flu burung di Indonesia dalam wabah terbaru yang merebak di wilayah Asia Tenggara.</p>
	<p>Agustus</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Pemerintah Indonesia menanda-tangani kesepakatan damai dengan Gerakan Aceh Merdeka di ibukota Finlandia, Helsinki, Senin (15/8). Perundingan damai ini dimediasi oleh mantan Presiden Finlandia, Martti Ahtisaari.</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Pemadaman listrik se Jawa-Bali terjadi pada hari Kamis (18/8) sejak pukul 10.30 WIB diakibatkan oleh gangguan interkoneksi 500KV jalur utara. Listrik di Jakarta dan Banten mati total selama tiga jam dan menyebabkan pemadaman di sebagian Jabar, Jateng, Jatim, dan Bali.</p>
	<p>September</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Mandala Airlines Penerbangan RI 091 yang mengangkut 117 penumpang terbakar dan jatuh di kawasan Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, pada saat masih dalam posisi take off dari Bandara Polonia dengan tujuan Jakarta, Senin (5/9) sekitar pukul 10.05. Jumlah korban kecelakaan pesawat Boeing 737-200 Mandala Airlines diperkirakan lebih dari 140 orang, 113 di antaranya penumpang dan kru sedangkan sisanya adalah penduduk sekitar jatuhnya pesawat.Gubernur Sumatra Utara, Rizal Nurdin dan mantan gubernur, Raja Inal Siregar yang termasuk penumpang pesawat dipastikan meninggal dunia. Sedikitnya 15 penumpang selamat. </p>
	<p>    *</p>
	<p>      Jajaran TNI dan Polri, Bea Cukai, telah berhasil membongkar kejahatan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) yang diperkirakan merugikan negara sekira Rp 8,8 triliun setiap tahunnya. 17 kapal ditahan dan 6.000 ton BBM disita, sedikitnya 58 orang ditahan, 18 orang diantaranya pejabat atau oknum pegawai Pertamina, dan lima WNA.</p>
	<p>Oktober</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Bom beruntun kembali mengguncang Jimbaran, Kuta, dan Nusa Dua Bali, Sabtu (1/10), sekitar pukul 20.00 WITA. Sedikitnya 22 orang tewas dan 196 lainnya luka-luka, termasuk beberapa turis asing. </p>
	<p>    *</p>
	<p>      Pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Jumat (30/9). Harga baru tersebut mulai berlaku tanggal 1 Oktober 2005 pukul 00.00 WIB. Harga bensin jenis premium yang semula Rp 2.400,00 naik menjadi Rp 4.500,00/liter. Minyak tanah, naik dari Rp 700,00 menjadi Rp 2.000,00/liter, Solar yang sebelumnya Rp 2.100,00 naik menjadi Rp 4.300,00/liter.</p>
	<p>November</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Gembong teroris Dr. Azahari bersama dua orang pengikutnya, tewas dalam baku tembak dengan aparat keamanan di sebuah rumah di Jln. Flamboyan Raya Blok A No. 7, Batu, Malang Jawa Timur, Rabu (9/11) petang. Seorang anggota Gegana Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri terluka dalam kontak senjata tersebut.</p>
	<p>Desember</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengumumkan reshuffle terbatas Kabinet Indonesia Bersatu di Gedung Agung Yogyakarta, Senin (5/12) pukul 21.00. Tiga nama baru masuk kabinet, tiga menteri diberhentikan, dan tiga menteri dirotasi.Mantan menteri keuangan pada kabinet Megawati Soekarnoputri, Boediono, ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, menggantikan Aburizal Bakrie yang kini menjadi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Erman Suparno, yang sebelumnya Wakil Ketua Komisi V DPR, yang juga Bendahara Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dipercaya sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, menggantikan Fahmi Idris yang digeser menjadi Menteri Perindustrian. Ketua Komisi XI DPR Paskah Suzetta, yang juga Bendahara Partai Golkar, ditunjuk menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang kini menjadi Menteri Keuangan. Tiga nama yang keluar dari kabinet adalah Jusuf Anwar (Menteri Keuangan), Alwi Shihab (Menko Kesra), dan Andung Nitimihardja (Menteri Perindustrian). Alwi Shihab akan ditunjuk sebagai utusan khusus untuk negara-negara Timur Tengah, termasuk Organisasi Konferensi Islam (OKI), sedangkan Jusuf Anwar akan menjadi duta besar bagi satu negara untuk kerja sama ekonomi karena pengalamannya di Bank Pembangunan Asia. </p>
	<p>    *</p>
	<p>      Jumat (9/12), kelaparan dilaporkan melanda 7 distrik dan 10 pos pemerintahan di Kabupaten Yahokimo, Papua, sejak 11 November. Sedikitnya 55 orang meninggal dan 112 orang sakit parah. Sekitar 55.000 penduduk di 7 distrik itu kehabisan makanan umbi-umbian karena terlambat menanam. Daerah pemekaran dari Kabupaten Jayawijaya ini hanya dapat dijangkau dengan pesawat terbang. (Indra KH)
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/12/31/renungan-2005/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>NAT di CISO</title>
		<link>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/12/31/nat-di-ciso-2/</link>
		<comments>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/12/31/nat-di-ciso-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2005 15:58:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tafakur2005</dc:creator>
		
	<category>oprekan</category>
		<guid>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/12/31/nat-di-ciso-2/</guid>
		<description><![CDATA[	Network Address Translation (NAT) adalah suatu teknik untuk mengubah suatu
IP address ke IP address yg lain. Hal ini bisa dikarenakan karena di
jaringan kita mengunakan network address yg disebut private address space di
RFC 1918 (http://www.faqs.org/rfcs/rfc1918.html),
yaitu:
10.0.0.0        -   10.255.255.255  (10/8 prefix)
172.16.0.0      -  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Network Address Translation (NAT) adalah suatu teknik untuk mengubah suatu<br />
IP address ke IP address yg lain. Hal ini bisa dikarenakan karena di<br />
jaringan kita mengunakan network address yg disebut private address space di<br />
RFC 1918 (http://www.faqs.org/rfcs/rfc1918.html),<br />
yaitu:<br />
10.0.0.0        -   10.255.255.255  (10/8 prefix)<br />
172.16.0.0      -   172.31.255.255  (172.16/12 prefix)<br />
192.168.0.0     -   192.168.255.255 (192.168/16 prefix)</p>
	<p>Dan karena ini adalah private address, jaringan kita tentunya tidak dapat<br />
berkomunikasi dgn jaringan lain di Internet, karena semua host yg ingin<br />
terkoneksi di Internet harus menggunakan global atau public IP address.<br />
Untuk ini kita perlu men-translate IP address kita yg private menjadi public<br />
IP address.</p>
	<p>Alasan lain untuk menggunakan NAT adalah security. Kita bisa men-translate<br />
seluruh jaringan kita (missal 254 PC) menjadi 1 public IP. Teknik ini<br />
disebut Many-to-one NAT atau biasa disebut Port Address Translation (PAT).<br />
Teknik ini sangat bermanfaat jika kita menginginkan user di jaringan kita<br />
untuk meng-inisiasi koneksi ke Internet (browsing internet atau mengirim<br />
email misalnya), tapi kita tidak menginginkan host dari Internet untk<br />
meng-inisiasi koneksi ke PC user kita.</p>
	<p>Host dari Internet tidak bisa meng-inisiasi koneksi ke internal host kita<br />
karena hanya ada 1 public IP address yg terlihat di jaringan kita, sedangkan<br />
jumlah PC yg sebenarnya ada lebih dari 1. Tentunya jika PC kita yg<br />
meng-inisiasi, maka reply atau return packet akan bisa kembali karena device<br />
yg kita gunakan untuk melakukan NAT, akan memiliki mapping table dari NAT yg<br />
terjadi di jaringan.</p>
	<p>Untuk kasus one-to-one NAT, dimana 1 private IP akan di-translate menjadi 1<br />
global IP, maka mapping nya akan spt berikut:</p>
	<p>R4#sh ip nat tra</p>
	<p>Pro Inside global      Inside local       Outside local      Outside global<br />
&#8212; 195.1.134.1        192.168.1.1        &#8212;                &#8212;<br />
&#8212; 195.1.134.2        192.168.1.2        &#8212;                &#8212;</p>
	<p>Dalam contoh ini, IP private 192.168.1.1 di-translate ke public IP<br />
195.1.134.1, IP private 192.168.1.2 di-translate ke public IP<br />
195.1.134.2 dst.<br />
Inside local adalah terminologi utk real IP address PC di jaringan kita,<br />
sedangkan Inside Global adalah public IP address yg kita gunakan untuk<br />
men-translasi real IP address tsb.<br />
Outside local adalah local IP address dari tujuan kita sebagaimana kita<br />
melihatnya dari jaringan kita. Sedangkan Outside global adalah global IP<br />
address dari tujuan kita yg terlihat di Internet.<br />
Ini bermanfaat utk destination based NAT, yg sayangnya tidak dibahas di<br />
posting ini, sbg contoh sbg berikut:<br />
ada server di Internet dgn global IP address 11.11.11.11 tapi kita ingin<br />
semua users di jaringan kita utk melihat server tsb sbg 192.168.1.11 Maka<br />
kita bisa melakukan destination based NAT, dgn outside local adalah<br />
192.168.1.11 dan outside global, IP address tujuan yg sebenernya, adalah<br />
11.11.11.11.</p>
	<p>Jika kita tidak melakukan destination based NAT, maka outside local dan<br />
outside global dari tujuan kita akan sama, yaitu public IP tujuan yg<br />
sebenernya, dan ini bisa dilihat di contoh mapping PAT.</p>
	<p>Untuk contoh Many-to-one NAT atau PAT, dimana banyak real IP dari PC kita<br />
di-translate menjadi 1 public IP, maka contoh mapping nya sbg<br />
berikut:</p>
	<p>R4#sh ip nat tra</p>
	<p>Pro Inside global      Inside local       Outside local      Outside global<br />
tcp 195.1.134.4:12338  192.168.1.3:12338  33.33.33.33:23     33.33.33.33:23<br />
tcp 195.1.134.4:12337  192.168.1.2:12337  22.22.22.22:23<br />
22.22.22.22:23</p>
	<p>Dalam contoh ini, kita melakukan telnet ke remote host 22.22.22.22 dari<br />
private IP 195.1.1.2, dan telnet ke remote host 33.33.33.33 dari private IP<br />
192.168.1.3.<br />
Kita bisa lihat bahwa ke-2 private IP kita di-translate ke public IP yg<br />
sama, yaitu 195.1.134.4. Yg membedakan adalah source port yg digunakan di<br />
public IP.<br />
Jadi di mapping ini terlihat bahwa koneksi dari 192.168.1.2 di map ke<br />
195.1.134.4 port 12337, sedangkan koneksi dari 192.168.1.3 di map ke<br />
195.1.134.4 port 12338.</p>
	<p>Dgn adanya mapping ini, remote host 22.22.22.22 ketika mengirimkan paket<br />
reply (ingat di TCP/IP reply dari remote host destination port nya ditujukan<br />
ke source port dari host kita), akan mengirimkan paket ke 195.1.134.4 port<br />
12337. Sedangkan reply packet dari 33.33.33.33 kan ke 195.1.134.4 port<br />
12338.<br />
Berdasarkan mapping tadi, NAT device atau router yg melakukan map bisa<br />
mengetahui bahwa packet reply dari 22.22.22.22 harus dikirimkan ke host<br />
192.168.1.2 dan paket reply dari 33.33.33.33 harus dikirimkan ke host<br />
192.168.1.3</p>
	<p>Dari ke-2 contoh di atas kelihatan bahwa untuk normal NAT atau one-to-one<br />
NAT, setiap private IP akan memiliki public IP sendiri sehingga setiap host<br />
di jaringan kita masih bisa di hubungi dari luar, host dari Internet masih<br />
bisa utk menghubungi tiap host kita karena mereka memiliki public IP yg<br />
berbeda-beda.<br />
Namun untuk kasus many-to-one NAT atau PAT, host dari Internet tidak dapat<br />
menghubungi setiap host karena semua host memiliki 1 public IP yg sama. Host<br />
dari internet hanya bisa me-reply koneksi dari host kita berdasarkan source<br />
port yg berbeda-beda.</p>
	<p>Ok, langsung masuk contoh konfigurasi biar makin jelas. Contoh dilakukan dgn<br />
menggunakan Cisco router dgn 1 ethernet interface konek ke internal network<br />
dan 1 serial interface konek ke Internet. Kalo udah ngerti konsepnya bisa<br />
pake NAT device apa aja, gue sendiri buat memproteksi home lab gue pake<br />
OpenBSD PF.</p>
	<p>Topologi:</p>
	<p>Internal network - (eth0) router (s0/0) - internet</p>
	<p>Internal network kita menggunakan private IP 192.168.1.0/24.<br />
IP address eth0 router kita 192.168.1.1 yg merupakan default gateway dari<br />
semua host di internal network.</p>
	<p>1. Many-to-one PAT, semua private IP ke 1 public IP address</p>
	<p>Kita dapet 1 IP address dari ISP 195.1.134.4 yg juga merupakan IP address<br />
serial 0/0, maka konfigurasi PAT sbg berikut:<br />
- Buat ACL yg mem-permit semua network 192.168.1.0/24</p>
	<p>R4(config)#ip access-list standard internal_network<br />
R4(config-std-nacl)#permit 192.168.1.0 0.0.0.255</p>
	<p>- Bikin NAT rule untuk mentranslate net 192.168.1.0/24 ke 195.1.134.4 yg<br />
merupakan IP address s0/0</p>
	<p>R4(config)#ip nat inside source list internal_network interface s0/0<br />
overload</p>
	<p>- enable NAT di interface e0/0 dan s0/0</p>
	<p>R4(config)#int e0/0<br />
R4(config-if)#ip nat inside</p>
	<p>R4(config)#int s0/0<br />
R4(config-if)#ip nat outside</p>
	<p>2. ISP kita ternyata memberikan kita public IP 195.1.134.0/24, yg berarti<br />
range public IP yg bisa kita gunakan adalah 195.1.134.1 - 195.1.134.254. Ini<br />
berarti kita bisa melakukan one-to-one NAT, contoh:<br />
192.168.1.1 ke 195.1.134.1, 192.168.1.2 ke 195.1.134.2 dst.</p>
	<p>Maka konfigurasi yg perlu dilakukan hanya:</p>
	<p>R4(config)#ip nat inside source static network 192.168.1.0 195.1.134.0 /24</p>
	<p>Tentunya enable NAT di e0/0 dan s0/0 spt contoh no.1</p>
	<p>3. Kalo gak dapet persis 254 public IP gimana? Misal dapetnya<br />
195.1.134.0/29, yg berarti range public IP yg bisa digunakan adalah<br />
195.1.134.1-195.1.134.6 (ingat dgn /29 ada total 8 IP dari 0 sampai 7 tapi 0<br />
adalah network address dan 7 sebagai IP terakhir merupakan broadcast<br />
address).</p>
	<p>Jika kita mau mentranslate net 192.168.1.0/24 ke range IP<br />
195.1.134.1-195.1.134.6</p>
	<p>- bikin NAT pool</p>
	<p>R4(config)#ip nat pool public_IP 195.1.134.1 195.1.134.6 netmask<br />
255.255.255.248</p>
	<p>- bikin NAT rule, ada ACL spt contoh no.1 buat permit semua internal net<br />
192.168.1.0/24</p>
	<p>R4(config)#ip nat inside source list intenal_network pool public_IP</p>
	<p>Jgn lupa enable NAT di e0/0 dan s0/0 spt contoh no.1</p>
	<p>4. Ada masalah dgn contoh no.3? Ada.</p>
	<p>Dalam 1 waktu, hanya ada 6 internal private IP yg bisa di translate ke<br />
6 public IP. Jadi koneksi dari internal host ke 7 akan gagal dan harus<br />
menunggu sampai translation table timeout.</p>
	<p>Cara mengatasinya, kita bisa bikin pool dgn 5 public IP address, dan 1 IP<br />
terakhir buat PAT. IP terakhir, 195.1.134.6 digunakan sbg IP address utk<br />
interface s0/0</p>
	<p>R4(config)#ip nat pool public_IP 195.1.134.1 195.1.134.5 netmask<br />
255.255.255.248</p>
	<p>R4(config)#Ip nat inside source list internal_network pool public_IP<br />
R4(config)#Ip nat inside source list internal_network interface s0/0<br />
overload</p>
	<p>Dgn begini, 5 private IP yg pertama akan di translate ke 5 public IP ke<br />
pool, sedangkan private IP yg lain akan di translate ke ip ke-6, yg<br />
merupakan ip address dari interface s0/0.</p>
	<p>5. Ok, ayo masuk ke contoh yg lebih advance:<br />
Kita punya 6 public IP dari range 195.1.134.1.- 195.1.134.6 IP address<br />
195.1.134.4 kita gunakan sbg ip address interface s0/0 router kita IP<br />
address 195.1.134.1 digunakan oleh router ISP interface s0/0, yg merupakan<br />
default gateway router kita IP address 195.1.134.2 mau kita gunakan sbg ip<br />
address web server kita, dgn real IP 192.168.1.2 Dan IP addres 195.1.134.3<br />
mau kita gunakan sbg ip address mail server kita, dgn real IP 192.168.1.3</p>
	<p>Sisanya, 195.1.134.5 dan 6, akan kita pergunakan nanti buat server2 baru</p>
	<p>- Bikin ACL buat semua network, access-list internal_network permit<br />
192.168.1.0 0.0.0.255</p>
	<p>- Konfigure PAT buat semua internal network ke interface s0/0</p>
	<p>R4(config)#ip nat inside source list internal_network interface s0/0<br />
overload</p>
	<p>- Bikin one-to-one NAT buat web dan mail server</p>
	<p>R4(config)#Ip nat inside source static 192.168.1.2 195.1.134.2 R4(config)#Ip<br />
nat inside source static 192.168.1.3 195.1.134.3</p>
	<p>Jgn kuatir jika terjadi overlap antara static NAT diatas dgn PAT di<br />
konfigurasi sebelumnya. Static NAT akan meng-overide rule utk<br />
192.168.1.2 dan 192.168.1.3, sehingga ke-2 IP tsb tidak akan di PAT meskipun<br />
termasuk dlm ACL internal_network.<br />
Jgn lupa enable NAT di interface s0/0 dan e0/0 spt contoh no.1</p>
	<p>Dan kalo kita punya IOS FW dan ACL ingress in interface s0/0, maka kita<br />
harus permit koneksi dari internet ke public IP web dan mail server kita,<br />
dgn port yg terkait spt tcp 80 dan 25. Jadi di ACL ingress s0/0 jgn gunakan<br />
real IP address.</p>
	<p>6. Kita terkoneksi dgn ISP, router kita cuman dapet 1 public IP address buat<br />
interface s0/0 tapi punya web server dan mail server? Jgn kuatir, ini bisa<br />
dilakukan dgn teknik port redirection.</p>
	<p>Jadi, bikin dulu PAT biar internal network kita bisa konek ke Internet</p>
	<p>R4(config)#ip nat inside source list internal_network interface s0/0<br />
overload</p>
	<p>Trus  bikin port redirection buat traffic ke port 80 dan 25, di contoh ini<br />
private IP web server kita tetap 192.168.1.2 dan mail server<br />
192.168.1.3</p>
	<p>R4(config)#ip nat inside source static tcp 192.168.1.2 80 interface s0/0 80<br />
R4(config)#ip nat inside source static tcp 192.168.1.3 25 interface s0/0 25</p>
	<p>Dgn cara begini, traffic yg datang ke public IP interface serial port 80<br />
akan di redirect ke real IP web server 192.168.1.2, dan traffic yg dating ke<br />
serial port 25 akan di redirect ke reap IP mail server<br />
192.168.1.3</p>
	<p>Tinggal daftar di public DNS untuk web dan MX record mail server kita, untuk<br />
me-resolve ke public IP router interface s0/0.<br />
Mulai kerasakan The Power of NAT? <img src='http://tafakur2005.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>7. Ok, seandainya kita gak mau mentranlasi koneksi dari 192.168.1.0/24 ke<br />
192.168.2.0/24 (katakanlah ini network partner kita dan kita setup VPN<br />
misalnya), tapi kalo tujuannya ke internet maka spt contoh yg sebelumnya<br />
kita mau translasikan dgn PAT ke interface s0/0</p>
	<p>- bikin ACL, extended dgn men-deny traffic dari net 192.168.1.0 ke<br />
192.168.2.0, tapi permit yg lain</p>
	<p>R4(config)#Ip access-list extended selective_NAT R4(config-ext-nacl)#deny ip<br />
192.168.1.0 0.0.0.255 192.168.2.0 0.0.0.255 R4(config-ext-nacl)#permit ip<br />
192.168.1.0 0.0.0.255 any</p>
	<p>Lalu bikin PAT rules<br />
R4(config)#Ip nat inside source list selective_NAT interface s0/0 overload</p>
	<p>Karena di deny di ACL, maka traffic dari net 192.168.1.0 ke 192.168.2.0<br />
tidak akan di translate, sedangkan diluar itu akan di PAT ke interface s0/0.</p>
	<p>8. Makin advance, misalnya kita skrg punya 2 koneksi ke Internet, lewat<br />
interface s0/0 ke ISP 1 dan lewat interface s0/1 ke ISP 2.<br />
Ke-dua ISP tsb memberikan kita 1 public IP buat masing-masing interface<br />
serial.</p>
	<p>Kita mau pada saat internal network konek ke ISP 1, maka akan di translate<br />
dan lewat interface s0/0, sedangkan pada saat internal network konek ke ISP<br />
2 akan di translate dan lewat interface s0/1 (penentuan traffic dari<br />
internal network akan ke ISP yg mana sebenernya di atur oleh normal routing,<br />
atau bisa menggunakan policy based routing, tapi di contoh ini kita<br />
berasumsi routingnya sudah jalan dan fokus kita adalah NAT berdasarkan<br />
interface output dari<br />
traffic)</p>
	<p>Jadi kita menggunakan teknik policy based routing alias route-map untuk<br />
melihat traffic dari internal network melalui interface serial yg mana,<br />
kemudian akan di PAT secara sesuai:</p>
	<p>R4(config)#route-map to_ISP1 permit 10<br />
R4(config-route-map)#match interface s0/0</p>
	<p>R4(config)#route-map to_ISP2 permit 10<br />
R4(config-route-map)#match interface s0/1</p>
	<p>R4(config)#Ip nat inside source route-map to_ISP1 interface s0/0 overload<br />
R4(config)#Ip nat inside source route-map to_ISP2 interface s0/1 overload</p>
	<p>Dgn ke-2 route-map tsb, packet yg akan keluar melalui interface s0/0 akan<br />
match dgn route-map to_ISP1, dan di PAT ke interface s0/0 IP address.</p>
	<p>Sedangkan packet yg akan keluad melalui interface s0/1 akan match dgn<br />
route-map to_ISP2, dan di PAT ke interface s0/1 IP address.</p>
	<p>Sebenernya masih banyak contoh dan trick penggunaan NAT dgn Cisco router,<br />
misal load balancing di public IP pool, destination-based NAT dll. Tapi<br />
kayaknya udah kepanjangan nih dan spt nya semua contoh di atas sudah cukup<br />
buat small-medium business network.<br />
Kalo ada masalah dgn konfigurasi NAT, periksa mapping kita dgn show ip nat<br />
translation, dan lakukan debug ip nat.</p>
	<p>Kalo mau baca-baca lebih lanjut, coba lihat NAT technical tips dan contoh<br />
config dari CCO:<br />
http://www.cisco.com/en/US/tech/tk648/tk361/tk438/tsd_technology_support_sub<br />
-protocol_home.html
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/12/31/nat-di-ciso-2/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>NAT di CISO</title>
		<link>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/12/31/nat-di-ciso/</link>
		<comments>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/12/31/nat-di-ciso/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2005 15:57:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tafakur2005</dc:creator>
		
	<category>oprekan</category>
		<guid>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/12/31/nat-di-ciso/</guid>
		<description><![CDATA[	Network Address Translation (NAT) adalah suatu teknik untuk mengubah suatu
IP address ke IP address yg lain. Hal ini bisa dikarenakan karena di
jaringan kita mengunakan network address yg disebut private address space di
RFC 1918 (http://www.faqs.org/rfcs/rfc1918.html),
yaitu:
10.0.0.0        -   10.255.255.255  (10/8 prefix)
172.16.0.0      -  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Network Address Translation (NAT) adalah suatu teknik untuk mengubah suatu<br />
IP address ke IP address yg lain. Hal ini bisa dikarenakan karena di<br />
jaringan kita mengunakan network address yg disebut private address space di<br />
RFC 1918 (http://www.faqs.org/rfcs/rfc1918.html),<br />
yaitu:<br />
10.0.0.0        -   10.255.255.255  (10/8 prefix)<br />
172.16.0.0      -   172.31.255.255  (172.16/12 prefix)<br />
192.168.0.0     -   192.168.255.255 (192.168/16 prefix)</p>
	<p>Dan karena ini adalah private address, jaringan kita tentunya tidak dapat<br />
berkomunikasi dgn jaringan lain di Internet, karena semua host yg ingin<br />
terkoneksi di Internet harus menggunakan global atau public IP address.<br />
Untuk ini kita perlu men-translate IP address kita yg private menjadi public<br />
IP address.</p>
	<p>Alasan lain untuk menggunakan NAT adalah security. Kita bisa men-translate<br />
seluruh jaringan kita (missal 254 PC) menjadi 1 public IP. Teknik ini<br />
disebut Many-to-one NAT atau biasa disebut Port Address Translation (PAT).<br />
Teknik ini sangat bermanfaat jika kita menginginkan user di jaringan kita<br />
untuk meng-inisiasi koneksi ke Internet (browsing internet atau mengirim<br />
email misalnya), tapi kita tidak menginginkan host dari Internet untk<br />
meng-inisiasi koneksi ke PC user kita.</p>
	<p>Host dari Internet tidak bisa meng-inisiasi koneksi ke internal host kita<br />
karena hanya ada 1 public IP address yg terlihat di jaringan kita, sedangkan<br />
jumlah PC yg sebenarnya ada lebih dari 1. Tentunya jika PC kita yg<br />
meng-inisiasi, maka reply atau return packet akan bisa kembali karena device<br />
yg kita gunakan untuk melakukan NAT, akan memiliki mapping table dari NAT yg<br />
terjadi di jaringan.</p>
	<p>Untuk kasus one-to-one NAT, dimana 1 private IP akan di-translate menjadi 1<br />
global IP, maka mapping nya akan spt berikut:</p>
	<p>R4#sh ip nat tra</p>
	<p>Pro Inside global      Inside local       Outside local      Outside global<br />
&#8212; 195.1.134.1        192.168.1.1        &#8212;                &#8212;<br />
&#8212; 195.1.134.2        192.168.1.2        &#8212;                &#8212;</p>
	<p>Dalam contoh ini, IP private 192.168.1.1 di-translate ke public IP<br />
195.1.134.1, IP private 192.168.1.2 di-translate ke public IP<br />
195.1.134.2 dst.<br />
Inside local adalah terminologi utk real IP address PC di jaringan kita,<br />
sedangkan Inside Global adalah public IP address yg kita gunakan untuk<br />
men-translasi real IP address tsb.<br />
Outside local adalah local IP address dari tujuan kita sebagaimana kita<br />
melihatnya dari jaringan kita. Sedangkan Outside global adalah global IP<br />
address dari tujuan kita yg terlihat di Internet.<br />
Ini bermanfaat utk destination based NAT, yg sayangnya tidak dibahas di<br />
posting ini, sbg contoh sbg berikut:<br />
ada server di Internet dgn global IP address 11.11.11.11 tapi kita ingin<br />
semua users di jaringan kita utk melihat server tsb sbg 192.168.1.11 Maka<br />
kita bisa melakukan destination based NAT, dgn outside local adalah<br />
192.168.1.11 dan outside global, IP address tujuan yg sebenernya, adalah<br />
11.11.11.11.</p>
	<p>Jika kita tidak melakukan destination based NAT, maka outside local dan<br />
outside global dari tujuan kita akan sama, yaitu public IP tujuan yg<br />
sebenernya, dan ini bisa dilihat di contoh mapping PAT.</p>
	<p>Untuk contoh Many-to-one NAT atau PAT, dimana banyak real IP dari PC kita<br />
di-translate menjadi 1 public IP, maka contoh mapping nya sbg<br />
berikut:</p>
	<p>R4#sh ip nat tra</p>
	<p>Pro Inside global      Inside local       Outside local      Outside global<br />
tcp 195.1.134.4:12338  192.168.1.3:12338  33.33.33.33:23     33.33.33.33:23<br />
tcp 195.1.134.4:12337  192.168.1.2:12337  22.22.22.22:23<br />
22.22.22.22:23</p>
	<p>Dalam contoh ini, kita melakukan telnet ke remote host 22.22.22.22 dari<br />
private IP 195.1.1.2, dan telnet ke remote host 33.33.33.33 dari private IP<br />
192.168.1.3.<br />
Kita bisa lihat bahwa ke-2 private IP kita di-translate ke public IP yg<br />
sama, yaitu 195.1.134.4. Yg membedakan adalah source port yg digunakan di<br />
public IP.<br />
Jadi di mapping ini terlihat bahwa koneksi dari 192.168.1.2 di map ke<br />
195.1.134.4 port 12337, sedangkan koneksi dari 192.168.1.3 di map ke<br />
195.1.134.4 port 12338.</p>
	<p>Dgn adanya mapping ini, remote host 22.22.22.22 ketika mengirimkan paket<br />
reply (ingat di TCP/IP reply dari remote host destination port nya ditujukan<br />
ke source port dari host kita), akan mengirimkan paket ke 195.1.134.4 port<br />
12337. Sedangkan reply packet dari 33.33.33.33 kan ke 195.1.134.4 port<br />
12338.<br />
Berdasarkan mapping tadi, NAT device atau router yg melakukan map bisa<br />
mengetahui bahwa packet reply dari 22.22.22.22 harus dikirimkan ke host<br />
192.168.1.2 dan paket reply dari 33.33.33.33 harus dikirimkan ke host<br />
192.168.1.3</p>
	<p>Dari ke-2 contoh di atas kelihatan bahwa untuk normal NAT atau one-to-one<br />
NAT, setiap private IP akan memiliki public IP sendiri sehingga setiap host<br />
di jaringan kita masih bisa di hubungi dari luar, host dari Internet masih<br />
bisa utk menghubungi tiap host kita karena mereka memiliki public IP yg<br />
berbeda-beda.<br />
Namun untuk kasus many-to-one NAT atau PAT, host dari Internet tidak dapat<br />
menghubungi setiap host karena semua host memiliki 1 public IP yg sama. Host<br />
dari internet hanya bisa me-reply koneksi dari host kita berdasarkan source<br />
port yg berbeda-beda.</p>
	<p>Ok, langsung masuk contoh konfigurasi biar makin jelas. Contoh dilakukan dgn<br />
menggunakan Cisco router dgn 1 ethernet interface konek ke internal network<br />
dan 1 serial interface konek ke Internet. Kalo udah ngerti konsepnya bisa<br />
pake NAT device apa aja, gue sendiri buat memproteksi home lab gue pake<br />
OpenBSD PF.</p>
	<p>Topologi:</p>
	<p>Internal network - (eth0) router (s0/0) - internet</p>
	<p>Internal network kita menggunakan private IP 192.168.1.0/24.<br />
IP address eth0 router kita 192.168.1.1 yg merupakan default gateway dari<br />
semua host di internal network.</p>
	<p>1. Many-to-one PAT, semua private IP ke 1 public IP address</p>
	<p>Kita dapet 1 IP address dari ISP 195.1.134.4 yg juga merupakan IP address<br />
serial 0/0, maka konfigurasi PAT sbg berikut:<br />
- Buat ACL yg mem-permit semua network 192.168.1.0/24</p>
	<p>R4(config)#ip access-list standard internal_network<br />
R4(config-std-nacl)#permit 192.168.1.0 0.0.0.255</p>
	<p>- Bikin NAT rule untuk mentranslate net 192.168.1.0/24 ke 195.1.134.4 yg<br />
merupakan IP address s0/0</p>
	<p>R4(config)#ip nat inside source list internal_network interface s0/0<br />
overload</p>
	<p>- enable NAT di interface e0/0 dan s0/0</p>
	<p>R4(config)#int e0/0<br />
R4(config-if)#ip nat inside</p>
	<p>R4(config)#int s0/0<br />
R4(config-if)#ip nat outside</p>
	<p>2. ISP kita ternyata memberikan kita public IP 195.1.134.0/24, yg berarti<br />
range public IP yg bisa kita gunakan adalah 195.1.134.1 - 195.1.134.254. Ini<br />
berarti kita bisa melakukan one-to-one NAT, contoh:<br />
192.168.1.1 ke 195.1.134.1, 192.168.1.2 ke 195.1.134.2 dst.</p>
	<p>Maka konfigurasi yg perlu dilakukan hanya:</p>
	<p>R4(config)#ip nat inside source static network 192.168.1.0 195.1.134.0 /24</p>
	<p>Tentunya enable NAT di e0/0 dan s0/0 spt contoh no.1</p>
	<p>3. Kalo gak dapet persis 254 public IP gimana? Misal dapetnya<br />
195.1.134.0/29, yg berarti range public IP yg bisa digunakan adalah<br />
195.1.134.1-195.1.134.6 (ingat dgn /29 ada total 8 IP dari 0 sampai 7 tapi 0<br />
adalah network address dan 7 sebagai IP terakhir merupakan broadcast<br />
address).</p>
	<p>Jika kita mau mentranslate net 192.168.1.0/24 ke range IP<br />
195.1.134.1-195.1.134.6</p>
	<p>- bikin NAT pool</p>
	<p>R4(config)#ip nat pool public_IP 195.1.134.1 195.1.134.6 netmask<br />
255.255.255.248</p>
	<p>- bikin NAT rule, ada ACL spt contoh no.1 buat permit semua internal net<br />
192.168.1.0/24</p>
	<p>R4(config)#ip nat inside source list intenal_network pool public_IP</p>
	<p>Jgn lupa enable NAT di e0/0 dan s0/0 spt contoh no.1</p>
	<p>4. Ada masalah dgn contoh no.3? Ada.</p>
	<p>Dalam 1 waktu, hanya ada 6 internal private IP yg bisa di translate ke<br />
6 public IP. Jadi koneksi dari internal host ke 7 akan gagal dan harus<br />
menunggu sampai translation table timeout.</p>
	<p>Cara mengatasinya, kita bisa bikin pool dgn 5 public IP address, dan 1 IP<br />
terakhir buat PAT. IP terakhir, 195.1.134.6 digunakan sbg IP address utk<br />
interface s0/0</p>
	<p>R4(config)#ip nat pool public_IP 195.1.134.1 195.1.134.5 netmask<br />
255.255.255.248</p>
	<p>R4(config)#Ip nat inside source list internal_network pool public_IP<br />
R4(config)#Ip nat inside source list internal_network interface s0/0<br />
overload</p>
	<p>Dgn begini, 5 private IP yg pertama akan di translate ke 5 public IP ke<br />
pool, sedangkan private IP yg lain akan di translate ke ip ke-6, yg<br />
merupakan ip address dari interface s0/0.</p>
	<p>5. Ok, ayo masuk ke contoh yg lebih advance:<br />
Kita punya 6 public IP dari range 195.1.134.1.- 195.1.134.6 IP address<br />
195.1.134.4 kita gunakan sbg ip address interface s0/0 router kita IP<br />
address 195.1.134.1 digunakan oleh router ISP interface s0/0, yg merupakan<br />
default gateway router kita IP address 195.1.134.2 mau kita gunakan sbg ip<br />
address web server kita, dgn real IP 192.168.1.2 Dan IP addres 195.1.134.3<br />
mau kita gunakan sbg ip address mail server kita, dgn real IP 192.168.1.3</p>
	<p>Sisanya, 195.1.134.5 dan 6, akan kita pergunakan nanti buat server2 baru</p>
	<p>- Bikin ACL buat semua network, access-list internal_network permit<br />
192.168.1.0 0.0.0.255</p>
	<p>- Konfigure PAT buat semua internal network ke interface s0/0</p>
	<p>R4(config)#ip nat inside source list internal_network interface s0/0<br />
overload</p>
	<p>- Bikin one-to-one NAT buat web dan mail server</p>
	<p>R4(config)#Ip nat inside source static 192.168.1.2 195.1.134.2 R4(config)#Ip<br />
nat inside source static 192.168.1.3 195.1.134.3</p>
	<p>Jgn kuatir jika terjadi overlap antara static NAT diatas dgn PAT di<br />
konfigurasi sebelumnya. Static NAT akan meng-overide rule utk<br />
192.168.1.2 dan 192.168.1.3, sehingga ke-2 IP tsb tidak akan di PAT meskipun<br />
termasuk dlm ACL internal_network.<br />
Jgn lupa enable NAT di interface s0/0 dan e0/0 spt contoh no.1</p>
	<p>Dan kalo kita punya IOS FW dan ACL ingress in interface s0/0, maka kita<br />
harus permit koneksi dari internet ke public IP web dan mail server kita,<br />
dgn port yg terkait spt tcp 80 dan 25. Jadi di ACL ingress s0/0 jgn gunakan<br />
real IP address.</p>
	<p>6. Kita terkoneksi dgn ISP, router kita cuman dapet 1 public IP address buat<br />
interface s0/0 tapi punya web server dan mail server? Jgn kuatir, ini bisa<br />
dilakukan dgn teknik port redirection.</p>
	<p>Jadi, bikin dulu PAT biar internal network kita bisa konek ke Internet</p>
	<p>R4(config)#ip nat inside source list internal_network interface s0/0<br />
overload</p>
	<p>Trus  bikin port redirection buat traffic ke port 80 dan 25, di contoh ini<br />
private IP web server kita tetap 192.168.1.2 dan mail server<br />
192.168.1.3</p>
	<p>R4(config)#ip nat inside source static tcp 192.168.1.2 80 interface s0/0 80<br />
R4(config)#ip nat inside source static tcp 192.168.1.3 25 interface s0/0 25</p>
	<p>Dgn cara begini, traffic yg datang ke public IP interface serial port 80<br />
akan di redirect ke real IP web server 192.168.1.2, dan traffic yg dating ke<br />
serial port 25 akan di redirect ke reap IP mail server<br />
192.168.1.3</p>
	<p>Tinggal daftar di public DNS untuk web dan MX record mail server kita, untuk<br />
me-resolve ke public IP router interface s0/0.<br />
Mulai kerasakan The Power of NAT? <img src='http://tafakur2005.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>7. Ok, seandainya kita gak mau mentranlasi koneksi dari 192.168.1.0/24 ke<br />
192.168.2.0/24 (katakanlah ini network partner kita dan kita setup VPN<br />
misalnya), tapi kalo tujuannya ke internet maka spt contoh yg sebelumnya<br />
kita mau translasikan dgn PAT ke interface s0/0</p>
	<p>- bikin ACL, extended dgn men-deny traffic dari net 192.168.1.0 ke<br />
192.168.2.0, tapi permit yg lain</p>
	<p>R4(config)#Ip access-list extended selective_NAT R4(config-ext-nacl)#deny ip<br />
192.168.1.0 0.0.0.255 192.168.2.0 0.0.0.255 R4(config-ext-nacl)#permit ip<br />
192.168.1.0 0.0.0.255 any</p>
	<p>Lalu bikin PAT rules<br />
R4(config)#Ip nat inside source list selective_NAT interface s0/0 overload</p>
	<p>Karena di deny di ACL, maka traffic dari net 192.168.1.0 ke 192.168.2.0<br />
tidak akan di translate, sedangkan diluar itu akan di PAT ke interface s0/0.</p>
	<p>8. Makin advance, misalnya kita skrg punya 2 koneksi ke Internet, lewat<br />
interface s0/0 ke ISP 1 dan lewat interface s0/1 ke ISP 2.<br />
Ke-dua ISP tsb memberikan kita 1 public IP buat masing-masing interface<br />
serial.</p>
	<p>Kita mau pada saat internal network konek ke ISP 1, maka akan di translate<br />
dan lewat interface s0/0, sedangkan pada saat internal network konek ke ISP<br />
2 akan di translate dan lewat interface s0/1 (penentuan traffic dari<br />
internal network akan ke ISP yg mana sebenernya di atur oleh normal routing,<br />
atau bisa menggunakan policy based routing, tapi di contoh ini kita<br />
berasumsi routingnya sudah jalan dan fokus kita adalah NAT berdasarkan<br />
interface output dari<br />
traffic)</p>
	<p>Jadi kita menggunakan teknik policy based routing alias route-map untuk<br />
melihat traffic dari internal network melalui interface serial yg mana,<br />
kemudian akan di PAT secara sesuai:</p>
	<p>R4(config)#route-map to_ISP1 permit 10<br />
R4(config-route-map)#match interface s0/0</p>
	<p>R4(config)#route-map to_ISP2 permit 10<br />
R4(config-route-map)#match interface s0/1</p>
	<p>R4(config)#Ip nat inside source route-map to_ISP1 interface s0/0 overload<br />
R4(config)#Ip nat inside source route-map to_ISP2 interface s0/1 overload</p>
	<p>Dgn ke-2 route-map tsb, packet yg akan keluar melalui interface s0/0 akan<br />
match dgn route-map to_ISP1, dan di PAT ke interface s0/0 IP address.</p>
	<p>Sedangkan packet yg akan keluad melalui interface s0/1 akan match dgn<br />
route-map to_ISP2, dan di PAT ke interface s0/1 IP address.</p>
	<p>Sebenernya masih banyak contoh dan trick penggunaan NAT dgn Cisco router,<br />
misal load balancing di public IP pool, destination-based NAT dll. Tapi<br />
kayaknya udah kepanjangan nih dan spt nya semua contoh di atas sudah cukup<br />
buat small-medium business network.<br />
Kalo ada masalah dgn konfigurasi NAT, periksa mapping kita dgn show ip nat<br />
translation, dan lakukan debug ip nat.</p>
	<p>Kalo mau baca-baca lebih lanjut, coba lihat NAT technical tips dan contoh<br />
config dari CCO:<br />
http://www.cisco.com/en/US/tech/tk648/tk361/tk438/tsd_technology_support_sub<br />
-protocol_home.html
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/12/31/nat-di-ciso/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>IP NAT di CISO</title>
		<link>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/12/31/ip-nat-di-ciso/</link>
		<comments>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/12/31/ip-nat-di-ciso/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2005 15:49:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tafakur2005</dc:creator>
		
	<category>oprekan</category>
		<guid>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/12/31/ip-nat-di-ciso/</guid>
		<description><![CDATA[	Network Address Translation (NAT) adalah suatu teknik untuk mengubah suatu
IP address ke IP address yg lain. Hal ini bisa dikarenakan karena di
jaringan kita mengunakan network address yg disebut private address space di
RFC 1918 (http://www.faqs.org/rfcs/rfc1918.html),
yaitu:
10.0.0.0        -   10.255.255.255  (10/8 prefix)
172.16.0.0      -  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Network Address Translation (NAT) adalah suatu teknik untuk mengubah suatu<br />
IP address ke IP address yg lain. Hal ini bisa dikarenakan karena di<br />
jaringan kita mengunakan network address yg disebut private address space di<br />
RFC 1918 (http://www.faqs.org/rfcs/rfc1918.html),<br />
yaitu:<br />
10.0.0.0        -   10.255.255.255  (10/8 prefix)<br />
172.16.0.0      -   172.31.255.255  (172.16/12 prefix)<br />
192.168.0.0     -   192.168.255.255 (192.168/16 prefix)</p>
	<p>Dan karena ini adalah private address, jaringan kita tentunya tidak dapat<br />
berkomunikasi dgn jaringan lain di Internet, karena semua host yg ingin<br />
terkoneksi di Internet harus menggunakan global atau public IP address.<br />
Untuk ini kita perlu men-translate IP address kita yg private menjadi public<br />
IP address.</p>
	<p>Alasan lain untuk menggunakan NAT adalah security. Kita bisa men-translate<br />
seluruh jaringan kita (missal 254 PC) menjadi 1 public IP. Teknik ini<br />
disebut Many-to-one NAT atau biasa disebut Port Address Translation (PAT).<br />
Teknik ini sangat bermanfaat jika kita menginginkan user di jaringan kita<br />
untuk meng-inisiasi koneksi ke Internet (browsing internet atau mengirim<br />
email misalnya), tapi kita tidak menginginkan host dari Internet untk<br />
meng-inisiasi koneksi ke PC user kita.</p>
	<p>Host dari Internet tidak bisa meng-inisiasi koneksi ke internal host kita<br />
karena hanya ada 1 public IP address yg terlihat di jaringan kita, sedangkan<br />
jumlah PC yg sebenarnya ada lebih dari 1. Tentunya jika PC kita yg<br />
meng-inisiasi, maka reply atau return packet akan bisa kembali karena device<br />
yg kita gunakan untuk melakukan NAT, akan memiliki mapping table dari NAT yg<br />
terjadi di jaringan.</p>
	<p>Untuk kasus one-to-one NAT, dimana 1 private IP akan di-translate menjadi 1<br />
global IP, maka mapping nya akan spt berikut:</p>
	<p>R4#sh ip nat tra</p>
	<p>Pro Inside global      Inside local       Outside local      Outside global<br />
&#8212; 195.1.134.1        192.168.1.1        &#8212;                &#8212;<br />
&#8212; 195.1.134.2        192.168.1.2        &#8212;                &#8212;</p>
	<p>Dalam contoh ini, IP private 192.168.1.1 di-translate ke public IP<br />
195.1.134.1, IP private 192.168.1.2 di-translate ke public IP<br />
195.1.134.2 dst.<br />
Inside local adalah terminologi utk real IP address PC di jaringan kita,<br />
sedangkan Inside Global adalah public IP address yg kita gunakan untuk<br />
men-translasi real IP address tsb.<br />
Outside local adalah local IP address dari tujuan kita sebagaimana kita<br />
melihatnya dari jaringan kita. Sedangkan Outside global adalah global IP<br />
address dari tujuan kita yg terlihat di Internet.<br />
Ini bermanfaat utk destination based NAT, yg sayangnya tidak dibahas di<br />
posting ini, sbg contoh sbg berikut:<br />
ada server di Internet dgn global IP address 11.11.11.11 tapi kita ingin<br />
semua users di jaringan kita utk melihat server tsb sbg 192.168.1.11 Maka<br />
kita bisa melakukan destination based NAT, dgn outside local adalah<br />
192.168.1.11 dan outside global, IP address tujuan yg sebenernya, adalah<br />
11.11.11.11.</p>
	<p>Jika kita tidak melakukan destination based NAT, maka outside local dan<br />
outside global dari tujuan kita akan sama, yaitu public IP tujuan yg<br />
sebenernya, dan ini bisa dilihat di contoh mapping PAT.</p>
	<p>Untuk contoh Many-to-one NAT atau PAT, dimana banyak real IP dari PC kita<br />
di-translate menjadi 1 public IP, maka contoh mapping nya sbg<br />
berikut:</p>
	<p>R4#sh ip nat tra</p>
	<p>Pro Inside global      Inside local       Outside local      Outside global<br />
tcp 195.1.134.4:12338  192.168.1.3:12338  33.33.33.33:23     33.33.33.33:23<br />
tcp 195.1.134.4:12337  192.168.1.2:12337  22.22.22.22:23<br />
22.22.22.22:23</p>
	<p>Dalam contoh ini, kita melakukan telnet ke remote host 22.22.22.22 dari<br />
private IP 195.1.1.2, dan telnet ke remote host 33.33.33.33 dari private IP<br />
192.168.1.3.<br />
Kita bisa lihat bahwa ke-2 private IP kita di-translate ke public IP yg<br />
sama, yaitu 195.1.134.4. Yg membedakan adalah source port yg digunakan di<br />
public IP.<br />
Jadi di mapping ini terlihat bahwa koneksi dari 192.168.1.2 di map ke<br />
195.1.134.4 port 12337, sedangkan koneksi dari 192.168.1.3 di map ke<br />
195.1.134.4 port 12338.</p>
	<p>Dgn adanya mapping ini, remote host 22.22.22.22 ketika mengirimkan paket<br />
reply (ingat di TCP/IP reply dari remote host destination port nya ditujukan<br />
ke source port dari host kita), akan mengirimkan paket ke 195.1.134.4 port<br />
12337. Sedangkan reply packet dari 33.33.33.33 kan ke 195.1.134.4 port<br />
12338.<br />
Berdasarkan mapping tadi, NAT device atau router yg melakukan map bisa<br />
mengetahui bahwa packet reply dari 22.22.22.22 harus dikirimkan ke host<br />
192.168.1.2 dan paket reply dari 33.33.33.33 harus dikirimkan ke host<br />
192.168.1.3</p>
	<p>Dari ke-2 contoh di atas kelihatan bahwa untuk normal NAT atau one-to-one<br />
NAT, setiap private IP akan memiliki public IP sendiri sehingga setiap host<br />
di jaringan kita masih bisa di hubungi dari luar, host dari Internet masih<br />
bisa utk menghubungi tiap host kita karena mereka memiliki public IP yg<br />
berbeda-beda.<br />
Namun untuk kasus many-to-one NAT atau PAT, host dari Internet tidak dapat<br />
menghubungi setiap host karena semua host memiliki 1 public IP yg sama. Host<br />
dari internet hanya bisa me-reply koneksi dari host kita berdasarkan source<br />
port yg berbeda-beda.</p>
	<p>Ok, langsung masuk contoh konfigurasi biar makin jelas. Contoh dilakukan dgn<br />
menggunakan Cisco router dgn 1 ethernet interface konek ke internal network<br />
dan 1 serial interface konek ke Internet. Kalo udah ngerti konsepnya bisa<br />
pake NAT device apa aja, gue sendiri buat memproteksi home lab gue pake<br />
OpenBSD PF.</p>
	<p>Topologi:</p>
	<p>Internal network - (eth0) router (s0/0) - internet</p>
	<p>Internal network kita menggunakan private IP 192.168.1.0/24.<br />
IP address eth0 router kita 192.168.1.1 yg merupakan default gateway dari<br />
semua host di internal network.</p>
	<p>1. Many-to-one PAT, semua private IP ke 1 public IP address</p>
	<p>Kita dapet 1 IP address dari ISP 195.1.134.4 yg juga merupakan IP address<br />
serial 0/0, maka konfigurasi PAT sbg berikut:<br />
- Buat ACL yg mem-permit semua network 192.168.1.0/24</p>
	<p>R4(config)#ip access-list standard internal_network<br />
R4(config-std-nacl)#permit 192.168.1.0 0.0.0.255</p>
	<p>- Bikin NAT rule untuk mentranslate net 192.168.1.0/24 ke 195.1.134.4 yg<br />
merupakan IP address s0/0</p>
	<p>R4(config)#ip nat inside source list internal_network interface s0/0<br />
overload</p>
	<p>- enable NAT di interface e0/0 dan s0/0</p>
	<p>R4(config)#int e0/0<br />
R4(config-if)#ip nat inside</p>
	<p>R4(config)#int s0/0<br />
R4(config-if)#ip nat outside</p>
	<p>2. ISP kita ternyata memberikan kita public IP 195.1.134.0/24, yg berarti<br />
range public IP yg bisa kita gunakan adalah 195.1.134.1 - 195.1.134.254. Ini<br />
berarti kita bisa melakukan one-to-one NAT, contoh:<br />
192.168.1.1 ke 195.1.134.1, 192.168.1.2 ke 195.1.134.2 dst.</p>
	<p>Maka konfigurasi yg perlu dilakukan hanya:</p>
	<p>R4(config)#ip nat inside source static network 192.168.1.0 195.1.134.0 /24</p>
	<p>Tentunya enable NAT di e0/0 dan s0/0 spt contoh no.1</p>
	<p>3. Kalo gak dapet persis 254 public IP gimana? Misal dapetnya<br />
195.1.134.0/29, yg berarti range public IP yg bisa digunakan adalah<br />
195.1.134.1-195.1.134.6 (ingat dgn /29 ada total 8 IP dari 0 sampai 7 tapi 0<br />
adalah network address dan 7 sebagai IP terakhir merupakan broadcast<br />
address).</p>
	<p>Jika kita mau mentranslate net 192.168.1.0/24 ke range IP<br />
195.1.134.1-195.1.134.6</p>
	<p>- bikin NAT pool</p>
	<p>R4(config)#ip nat pool public_IP 195.1.134.1 195.1.134.6 netmask<br />
255.255.255.248</p>
	<p>- bikin NAT rule, ada ACL spt contoh no.1 buat permit semua internal net<br />
192.168.1.0/24</p>
	<p>R4(config)#ip nat inside source list intenal_network pool public_IP</p>
	<p>Jgn lupa enable NAT di e0/0 dan s0/0 spt contoh no.1</p>
	<p>4. Ada masalah dgn contoh no.3? Ada.</p>
	<p>Dalam 1 waktu, hanya ada 6 internal private IP yg bisa di translate ke<br />
6 public IP. Jadi koneksi dari internal host ke 7 akan gagal dan harus<br />
menunggu sampai translation table timeout.</p>
	<p>Cara mengatasinya, kita bisa bikin pool dgn 5 public IP address, dan 1 IP<br />
terakhir buat PAT. IP terakhir, 195.1.134.6 digunakan sbg IP address utk<br />
interface s0/0</p>
	<p>R4(config)#ip nat pool public_IP 195.1.134.1 195.1.134.5 netmask<br />
255.255.255.248</p>
	<p>R4(config)#Ip nat inside source list internal_network pool public_IP<br />
R4(config)#Ip nat inside source list internal_network interface s0/0<br />
overload</p>
	<p>Dgn begini, 5 private IP yg pertama akan di translate ke 5 public IP ke<br />
pool, sedangkan private IP yg lain akan di translate ke ip ke-6, yg<br />
merupakan ip address dari interface s0/0.</p>
	<p>5. Ok, ayo masuk ke contoh yg lebih advance:<br />
Kita punya 6 public IP dari range 195.1.134.1.- 195.1.134.6 IP address<br />
195.1.134.4 kita gunakan sbg ip address interface s0/0 router kita IP<br />
address 195.1.134.1 digunakan oleh router ISP interface s0/0, yg merupakan<br />
default gateway router kita IP address 195.1.134.2 mau kita gunakan sbg ip<br />
address web server kita, dgn real IP 192.168.1.2 Dan IP addres 195.1.134.3<br />
mau kita gunakan sbg ip address mail server kita, dgn real IP 192.168.1.3</p>
	<p>Sisanya, 195.1.134.5 dan 6, akan kita pergunakan nanti buat server2 baru</p>
	<p>- Bikin ACL buat semua network, access-list internal_network permit<br />
192.168.1.0 0.0.0.255</p>
	<p>- Konfigure PAT buat semua internal network ke interface s0/0</p>
	<p>R4(config)#ip nat inside source list internal_network interface s0/0<br />
overload</p>
	<p>- Bikin one-to-one NAT buat web dan mail server</p>
	<p>R4(config)#Ip nat inside source static 192.168.1.2 195.1.134.2 R4(config)#Ip<br />
nat inside source static 192.168.1.3 195.1.134.3</p>
	<p>Jgn kuatir jika terjadi overlap antara static NAT diatas dgn PAT di<br />
konfigurasi sebelumnya. Static NAT akan meng-overide rule utk<br />
192.168.1.2 dan 192.168.1.3, sehingga ke-2 IP tsb tidak akan di PAT meskipun<br />
termasuk dlm ACL internal_network.<br />
Jgn lupa enable NAT di interface s0/0 dan e0/0 spt contoh no.1</p>
	<p>Dan kalo kita punya IOS FW dan ACL ingress in interface s0/0, maka kita<br />
harus permit koneksi dari internet ke public IP web dan mail server kita,<br />
dgn port yg terkait spt tcp 80 dan 25. Jadi di ACL ingress s0/0 jgn gunakan<br />
real IP address.</p>
	<p>6. Kita terkoneksi dgn ISP, router kita cuman dapet 1 public IP address buat<br />
interface s0/0 tapi punya web server dan mail server? Jgn kuatir, ini bisa<br />
dilakukan dgn teknik port redirection.</p>
	<p>Jadi, bikin dulu PAT biar internal network kita bisa konek ke Internet</p>
	<p>R4(config)#ip nat inside source list internal_network interface s0/0<br />
overload</p>
	<p>Trus  bikin port redirection buat traffic ke port 80 dan 25, di contoh ini<br />
private IP web server kita tetap 192.168.1.2 dan mail server<br />
192.168.1.3</p>
	<p>R4(config)#ip nat inside source static tcp 192.168.1.2 80 interface s0/0 80<br />
R4(config)#ip nat inside source static tcp 192.168.1.3 25 interface s0/0 25</p>
	<p>Dgn cara begini, traffic yg datang ke public IP interface serial port 80<br />
akan di redirect ke real IP web server 192.168.1.2, dan traffic yg dating ke<br />
serial port 25 akan di redirect ke reap IP mail server<br />
192.168.1.3</p>
	<p>Tinggal daftar di public DNS untuk web dan MX record mail server kita, untuk<br />
me-resolve ke public IP router interface s0/0.<br />
Mulai kerasakan The Power of NAT? <img src='http://tafakur2005.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>7. Ok, seandainya kita gak mau mentranlasi koneksi dari 192.168.1.0/24 ke<br />
192.168.2.0/24 (katakanlah ini network partner kita dan kita setup VPN<br />
misalnya), tapi kalo tujuannya ke internet maka spt contoh yg sebelumnya<br />
kita mau translasikan dgn PAT ke interface s0/0</p>
	<p>- bikin ACL, extended dgn men-deny traffic dari net 192.168.1.0 ke<br />
192.168.2.0, tapi permit yg lain</p>
	<p>R4(config)#Ip access-list extended selective_NAT R4(config-ext-nacl)#deny ip<br />
192.168.1.0 0.0.0.255 192.168.2.0 0.0.0.255 R4(config-ext-nacl)#permit ip<br />
192.168.1.0 0.0.0.255 any</p>
	<p>Lalu bikin PAT rules<br />
R4(config)#Ip nat inside source list selective_NAT interface s0/0 overload</p>
	<p>Karena di deny di ACL, maka traffic dari net 192.168.1.0 ke 192.168.2.0<br />
tidak akan di translate, sedangkan diluar itu akan di PAT ke interface s0/0.</p>
	<p>8. Makin advance, misalnya kita skrg punya 2 koneksi ke Internet, lewat<br />
interface s0/0 ke ISP 1 dan lewat interface s0/1 ke ISP 2.<br />
Ke-dua ISP tsb memberikan kita 1 public IP buat masing-masing interface<br />
serial.</p>
	<p>Kita mau pada saat internal network konek ke ISP 1, maka akan di translate<br />
dan lewat interface s0/0, sedangkan pada saat internal network konek ke ISP<br />
2 akan di translate dan lewat interface s0/1 (penentuan traffic dari<br />
internal network akan ke ISP yg mana sebenernya di atur oleh normal routing,<br />
atau bisa menggunakan policy based routing, tapi di contoh ini kita<br />
berasumsi routingnya sudah jalan dan fokus kita adalah NAT berdasarkan<br />
interface output dari<br />
traffic)</p>
	<p>Jadi kita menggunakan teknik policy based routing alias route-map untuk<br />
melihat traffic dari internal network melalui interface serial yg mana,<br />
kemudian akan di PAT secara sesuai:</p>
	<p>R4(config)#route-map to_ISP1 permit 10<br />
R4(config-route-map)#match interface s0/0</p>
	<p>R4(config)#route-map to_ISP2 permit 10<br />
R4(config-route-map)#match interface s0/1</p>
	<p>R4(config)#Ip nat inside source route-map to_ISP1 interface s0/0 overload<br />
R4(config)#Ip nat inside source route-map to_ISP2 interface s0/1 overload</p>
	<p>Dgn ke-2 route-map tsb, packet yg akan keluar melalui interface s0/0 akan<br />
match dgn route-map to_ISP1, dan di PAT ke interface s0/0 IP address.</p>
	<p>Sedangkan packet yg akan keluad melalui interface s0/1 akan match dgn<br />
route-map to_ISP2, dan di PAT ke interface s0/1 IP address.</p>
	<p>Sebenernya masih banyak contoh dan trick penggunaan NAT dgn Cisco router,<br />
misal load balancing di public IP pool, destination-based NAT dll. Tapi<br />
kayaknya udah kepanjangan nih dan spt nya semua contoh di atas sudah cukup<br />
buat small-medium business network.<br />
Kalo ada masalah dgn konfigurasi NAT, periksa mapping kita dgn show ip nat<br />
translation, dan lakukan debug ip nat.</p>
	<p>Kalo mau baca-baca lebih lanjut, coba lihat NAT technical tips dan contoh<br />
config dari CCO:<br />
http://www.cisco.com/en/US/tech/tk648/tk361/tk438/tsd_technology_support_sub<br />
-protocol_home.html</p>
	<p>Semoga bermanfaat. Thanks udah baca.<br />
Dan selamat tahun baru 2006.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/12/31/ip-nat-di-ciso/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Pergi Tak Kembali</title>
		<link>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/14/pergi-tak-kembali/</link>
		<comments>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/14/pergi-tak-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2005 09:39:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tafakur2005</dc:creator>
		
	<category>sastra</category>
		<guid>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/14/pergi-tak-kembali/</guid>
		<description><![CDATA[	Pergi Tak Kembali
	Setiap insan pasti merasa
Saat perpisahan terakhir
Dunia yang fana akan ditinggalkan
Hanya amalan yang dibawa
	Terdengar sayup surah dibaca
Sayunya alunan suara
Cemas di dada&#8230;lemah tak bermaya
Terbuka hijab di depan mata
	Selamat tinggal pada semua
Berpisahlah kita selamanya
Kita tak sama nasib di sana
Baikkah atau sebaliknya
	Amalan dan takwa jadi bekalan
Sejahtera bahagia pulang&#8230;ke sana
	Sekujur badan berselimut putih
Rebah bersemadi sendiri
Mengharap kasih anak dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Pergi Tak Kembali</p>
	<p>Setiap insan pasti merasa<br />
Saat perpisahan terakhir<br />
Dunia yang fana akan ditinggalkan<br />
Hanya amalan yang dibawa</p>
	<p>Terdengar sayup surah dibaca<br />
Sayunya alunan suara<br />
Cemas di dada&#8230;lemah tak bermaya<br />
Terbuka hijab di depan mata</p>
	<p>Selamat tinggal pada semua<br />
Berpisahlah kita selamanya<br />
Kita tak sama nasib di sana<br />
Baikkah atau sebaliknya</p>
	<p>Amalan dan takwa jadi bekalan<br />
Sejahtera bahagia pulang&#8230;ke sana</p>
	<p>Sekujur badan berselimut putih<br />
Rebah bersemadi sendiri<br />
Mengharap kasih anak dan isteri<br />
Apa mungkin pahala dikirim</p>
	<p>Terbaring sempit seluas pusara<br />
Soal-bicara terus bermula<br />
Sesal dan insaf tak berguna lagi<br />
Hancurlah jasad dimamah bumi</p>
	<p>Berpisah sudah segalanya<br />
Yang tinggal hanyalah kenangan<br />
Diiring doa dan air mata<br />
Yang pergi takkan kembali lagi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/14/pergi-tak-kembali/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/14/7/</link>
		<comments>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/14/7/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2005 09:22:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tafakur2005</dc:creator>
		
	<category>lain-lain</category>
		<guid>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/14/7/</guid>
		<description><![CDATA[	Bagaimana kalau saya sudah terinfeksi Rontokbro
	Pembersihan Rontokbro sebaiknya dilakukan melalui “safe mode” karena  jika  mencoba pembersihan melalui mode “normal” komputer akan langsung restart begitu komputer dijalankan.
	   1.
	      Lakukan pembersihan melalui “safe mode”
	   2.
	      Scan komputer dengan Norman Virus Control [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Bagaimana kalau saya sudah terinfeksi Rontokbro</p>
	<p>Pembersihan Rontokbro sebaiknya dilakukan melalui “safe mode” karena  jika  mencoba pembersihan melalui mode “normal” komputer akan langsung restart begitu komputer dijalankan.</p>
	<p>   1.</p>
	<p>      Lakukan pembersihan melalui “safe mode”</p>
	<p>   2.</p>
	<p>      Scan komputer dengan Norman Virus Control update terakhir. Bagi anda yang belum neggunakan Norman Virus Control, silahkan download ke http://www.norman.com/Download/Trial_versions/en-us (jangan lupa masukkan email anda yang valid untuk menerima License Trial) dan bersihkan semua file yang terdeteksi sebagai W32/Rontokbro@mm dan variannya (lihat gambar 2)</p>
	<p>      Gambar 2, Norman Virus Control dapat mengenali W32/Rontokbro@mm dan variannya</p>
	<p>   3.</p>
	<p>      Untuk mengaktifkan kembali fungsi registry editor hapus value:<br />
          *</p>
	<p>            DisableRegistryTools =1</p>
	<p>HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System</p>
	<p>            Untuk lebih mudahnya gunakan tools dari HijackThis,  tools tersebut dapat</p>
	<p>didownload dialamat :</p>
	<p>http://www.spywareinfo.com/~merijn/downloads.html</p>
	<p>Setelah dijalankan, cari option   HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies, DisableRegedit=1, kemudian klik [Fix checked] (Lihat Gambar 3)</p>
	<p>Gambar 3, Gunakan HijackThis untuk membuka blokir regedit.exe yang dilakukan oleh Rontokbro</p>
	<p>Hapus registri :</p>
	<p>    *</p>
	<p>      Bron-Spizaetus<br />
      HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run<br />
    *</p>
	<p>      Tok-Cirrhatus<br />
      HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run<br />
    *</p>
	<p>      Disable CMD=0<br />
      HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System</p>
	<p>Untuk mengembalikan option [Folder option] pada windows explore, hapus string registry:</p>
	<p>    *</p>
	<p>      NoFolderOptions=dword:00000001<br />
      pada registry key</p>
	<p>      HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer</p>
	<p>4.      Hapus opsi pada menu [Startup] pada msconfig</p>
	<p>          o</p>
	<p>            NorBtok<br />
          o</p>
	<p>            Smss<br />
          o</p>
	<p>            Empty</p>
	<p>Hapus Schedule Task yang dibuat oleh W32/RontokBro.B</p>
	<p>          o</p>
	<p>            Buka [Windows Explorer]<br />
          o</p>
	<p>            Klik [Control Panel]<br />
          o</p>
	<p>            Klik 2 kali [Schedule Tasks]
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/14/7/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/14/6/</link>
		<comments>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/14/6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2005 08:25:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tafakur2005</dc:creator>
		
	<category>renungan</category>
		<guid>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/14/6/</guid>
		<description><![CDATA[	Menatap Ayat-Ayat Allah
	Oleh : KH Abdullah Gymnastiar
	&#8220;Marilah saat ini kita jadikan saat dimana mata ini menatap lebih banyak lagi ayat-ayat Allah, kita perbanyak tilawah Al Qur’an dengan kedalaman hati. &#8221;
	Saudaraku yang budiman, setelah menikmati indahnya bulan ramadhan, maka inilah saatnya kita belajar memandang sesuatu agar apapun yang kita pandang menjadi pembuka hati kita. Diantaranya adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Menatap Ayat-Ayat Allah<br />
	Oleh : KH Abdullah Gymnastiar<br />
	&#8220;Marilah saat ini kita jadikan saat dimana mata ini menatap lebih banyak lagi ayat-ayat Allah, kita perbanyak tilawah Al Qur’an dengan kedalaman hati. &#8221;</p>
	<p>Saudaraku yang budiman, setelah menikmati indahnya bulan ramadhan, maka inilah saatnya kita belajar memandang sesuatu agar apapun yang kita pandang menjadi pembuka hati kita. Diantaranya adalah marilah saat ini kita jadikan saat dimana mata ini menatap lebih banyak lagi ayat-ayat Allah, kita perbanyak tilawah Al Qur’an dengan kedalaman hati karena Insya Allah andaikata kita sudah terbiasa membacanya dan cinta kepada Al Qur’an maka Al Qur’an pun akan mencintai kita, dia akan menagih. Dan tiada senikmat-nikmat bacaan selain membaca Al Qur’anul Karim. Subhanallah.</p>
	<p>Selanjutnya, sebaik-baik bacaan sesudah bacaan Al Quran adalah membaca ilmu, ilmu yang mana ? yaitu ilmu yang bisa membuat kita mengenal Allah SWT, ilmu yang membuat kita bisa mengenal diri, ilmu yang membuat kita mengenal jalan menuju Allah. Oleh karena itu siapapun yang matanya sangat jarang membaca, maka tidak usah heran dirinya akan dibelenggu oleh kebodohan dan kebodohan itu adalah bagaikan sebuah rantai yang membuat kita tidak bisa bergerak.</p>
	<p>Kita pun harus menatap keagungan Allah lainnya ; langit, bumi dan segala isinya Artinya ; (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS Al Imran 191)</p>
	<p>Saudara-saudaraku sekalian ayat di atas mengungkapkan betapa, berdiri duduk dan berbaring dengan melihat seisi alam ini akan membuat kita menyadari bahwa segala-galanya hanyalah milik Allah, andai kita melihat apapun membuat kita senantiasa dekat pada Allah.  Wallahu a’lam bish
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/14/6/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>memaknai iedul fitri</title>
		<link>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/10/memaknai-iedul-fitri/</link>
		<comments>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/10/memaknai-iedul-fitri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2005 23:28:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tafakur2005</dc:creator>
		
	<category>renungan</category>
		<guid>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/10/memaknai-iedul-fitri/</guid>
		<description><![CDATA[	&#8220;Nikmat bertakbir dan bertahmid ini tak bisa
dibeli dengan uang berjuta-juta, tidak dengan
hidangan dan minuman yang serba menggiurkan,
apalagi dengan gemuruhnya bunyi petasan, dan
cara-cara pemborosan yang sia-sia, yang terlarang
oleh agama kita. &#8221;
	Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Laa illaha illa&#8217;llah
Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Wa-li&#8217;llahil hammdu !
	Maha Besar Allah&#8230;&#8230;&#8230;..Tidak ada Tuhan,
melainkan Allah&#8230;&#8230;.. Dan kepada Allah tertuju
segala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>&#8220;Nikmat bertakbir dan bertahmid ini tak bisa<br />
dibeli dengan uang berjuta-juta, tidak dengan<br />
hidangan dan minuman yang serba menggiurkan,<br />
apalagi dengan gemuruhnya bunyi petasan, dan<br />
cara-cara pemborosan yang sia-sia, yang terlarang<br />
oleh agama kita. &#8221;</p>
	<p>Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Laa illaha illa&#8217;llah<br />
Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Wa-li&#8217;llahil hammdu !</p>
	<p>Maha Besar Allah&#8230;&#8230;&#8230;..Tidak ada Tuhan,<br />
melainkan Allah&#8230;&#8230;.. Dan kepada Allah tertuju<br />
segala puji dan syukur&#8230;&#8230;&#8230;</p>
	<p>Alhamdulillah. Insya Allah sekali lagi kita dapat<br />
menjumpai Hari Raya Idul Fitri. Kita sambut hari<br />
yang mulia ini dengan takbir dan tahmid. Ratusan<br />
juta ummat Islam yang bertebaran di seluruh dunia<br />
mengumandangkan kalimah takbir dan tahmid ini<br />
bersama-sama, serentak beralun, penuh khidmat.</p>
	<p>Nikmat bertakbir dan bertahmid ini tak bisa dibeli<br />
dengan uang berjuta-juta, tidak dengan hidangan<br />
dan minuman yang serba menggiurkan, apalagi dengan<br />
gemuruhnya bunyi petasan, dan cara-cara pemborosan<br />
yang sia-sia, yang terlarang oleh agama kita.<br />
Kelezatan bertakbir dan bertahmid hanya akan<br />
didapat dengan hubungan rohani yang suci-murni,<br />
kepada pertalian batin yang langsung antara mahluk<br />
dan Khaliqnya.</p>
	<p>Setiap tahun Idul Fitri mengunjungi kita. Dan kita<br />
menyambutnya dalam keaadan dan suasana yang kerap<br />
berbeda. Ia pernah datang di waktu kita sedang<br />
dijajah bangsa lain, di saat perjuangan memcapai<br />
kemerdekaan, atau krisis ekonomi. Dan kini, Idul<br />
Fitri menghampiri kita di saat jumlah penduduk<br />
miskin bangsa indonesia terus bertambah sebagai<br />
akibat melambungnya harga bahan bakar minyak (BBM).</p>
	<p>Namun meskipun begitu, dalam keadaan apapun juga,<br />
teriakan jiwa ummat Muhammad SAW dalam menyerukan<br />
takbir dan tahmid tetap saja tak akan ada yang<br />
mampu menahannya.</p>
	<p>Mari kita sambut dan rayakan Idul Fitri tahun ini<br />
dengan penuh rasa syukur dan qanaah. Yakni dengan<br />
merasa bahagia dengan apa yang ada, bersih<br />
daripada cara-cara yang berlebih-lebihan. Mari<br />
kita cari kebahagiaan berhari raya dengan<br />
memberikan sebagian dari harta kita kepada<br />
saudara-saudara kita yang lemah, yang berhak<br />
atasnya. Entah berupa zakat fitrah ataupun shadaqah.</p>
	<p>Karena Islam memang menuntun kita, untuk mencari<br />
dan merasakan kebahagiaan dengan mencetuskan rasa<br />
bahagia dalam qolbu sesama manusia, yakni dengan<br />
memberi. Apapun bentuknya pemberian itu.</p>
	<p>***</p>
	<p>Dalam sebuah riwayat pernah disebutkan, pada salah<br />
satu hari raya Idul Fitri, Rasulullah SAW melihat<br />
seorang anak sedang berdiri sendirian dengan muka<br />
yang sedih, menahan air mata yang sedang<br />
berlinang. Padahal dari kejauhan, teman-teman<br />
sebayanya sedang bergembira ria merayakan Idul<br />
Fitri, berpakaian baru pembelian ayah, menikmati<br />
masakan lezat buatan Bunda.</p>
	<p>Memang sudah agak lama anak kecil itu hidup<br />
sebagai anak yatim piatu. Tetapi pada saat-saat<br />
seperti hari raya, alangkah pedih rasanya, melihat<br />
orang lain bergembira ria, serba cukup. Namun ia<br />
sendiri harus kehilangan ayah sebagai tempat<br />
meminta, bunda tempat mengadu, dan tak ada rumah<br />
untuk tempat pulang</p>
	<p>Rasulullah kemudian menghampiri bocah cilik itu<br />
dan kemudian bertanya : Kenapa engkau berdiri<br />
sendirian di sini, tanya beliau. Di manakah<br />
rumahmu? lanjut beliau. Tidak ada, katanya,<br />
aku yatim piatu, ujarnya.</p>
	<p>Mendengar tuturan bocah ini Rasulullah sekan<br />
terkunci kerongkongannya, tak dapat menjawab.<br />
Hanya air matanya yang bercucuran.</p>
	<p>Rasulullah kemudian meletakan telapak tangan<br />
kanannya di atas kepala anak yatim itu. Dengan<br />
suara penuh cinta kasih, beliau bertanya : Maukah<br />
engkau, bila Aisyah menjadi ibumu, dan Muhammad<br />
menjadi bapakmu, dan tempat tinggal Rasulullah<br />
jadi rumahmu ?</p>
	<p>&#8230;&#8230;.Alangkah bahagianya sang bocah, mendengar<br />
kata-kata Rasulullah, yang diucapkan dengan<br />
spontan dan penuh mesra itu. Dia serasa bukan<br />
yatim lagi. Dia sudah mempunyai ibu dan bapak<br />
kembali. Ia belum menerima apa-apa berupa materi.<br />
Tapi dia sudah menerima sesuatu yang tidak<br />
ternilai harganya.</p>
	<p>Dan alangkah bahagianya Rasulullah sendiri tatkala<br />
melihat si yatim segera menghapus air matanya, dan<br />
mengucap syukur dengan wajah tersenyum bergembira<br />
berseri-seri.</p>
	<p>***</p>
	<p>Maka, pada hari baik dan bulan baik ini, dan<br />
seterusnya, marilah kita sama-sama mengikuti<br />
contoh yang diberikan oleh Rasulullah SAW.<br />
Ingatlah bahwa nilai hakiki dari satu pemberian<br />
tidaklah semata-mata ditentukan oleh besar atau<br />
kecilnya harga materi yang diberikan. Anjuran<br />
memberi shadaqah itu bukan pada Idul Fitri saja,<br />
namun juga pada hari-hari sesudahnya.</p>
	<p>Seorang ulama besar tanah air, Alm. KH Moh Natsir,<br />
dalam sebuah Khutbahnya di proyek Senen pada tahun<br />
1971, berpendapat bahwa Shadaqah itu sendiri bukan<br />
tujuan, tapi adalah alat. Tujuannya lebih luas,<br />
dan lebih mendalam daripada sekedar relief, atau<br />
mengurangi penderitaan sesama manusia<br />
sewaktu-waktu perlu.</p>
	<p>Tujuan shadaqah menurutnya, mengembangkan satu<br />
kekuatan batin dalam pribadi yang bersedekah yang<br />
bernama rasa kemanusiaan, syu&#8217;ur insani, yang<br />
selain dari mempertinggi martabatnya sebagai<br />
manusia, juga merupakan sumber kebajikan yang<br />
aktif, dan mampu menjalin kesatuan kehidupan<br />
bermasyarakat, dengan tali cinta kasih dan<br />
persaudaraan. Itulah fungsi dari shadaqah dalam<br />
kehidupan sosial, sebagaimana yang ditekankan oleh<br />
Rasulullah SAW.</p>
	<p>Mudah-mudahan pada Idul Fitri 1426 H ini, kita<br />
semua tak hanya sibuk untuk mempersiapkan mudik ke<br />
kampung halaman, berbelanja pakaian baru, atau<br />
menghidangkan beraneka macam makanan. Namun juga<br />
kita merasa terpanggil dan merasa bahagia untuk<br />
memberikan sesuatu kepada saudara-saudara kita,<br />
dan berlomba-lomba untuk menjadi insan yang paling<br />
bermanfaat bagi orang lain. Wallahu a&#8217;lam.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/10/memaknai-iedul-fitri/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>renungan iedul fitri</title>
		<link>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/10/renungan-iedul-fitri/</link>
		<comments>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/10/renungan-iedul-fitri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2005 23:27:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tafakur2005</dc:creator>
		
	<category>renungan</category>
		<guid>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/10/renungan-iedul-fitri/</guid>
		<description><![CDATA[	Bagi seseorang yang khusyuk dalam ibadah hajinya
tentu akan merasa sedih, disaat tiba waktunya
melaksanakan thawaf wada. Setiap selesai satu
keliling dada bertambah penat, air mata
menggenang, sebab sebentar lagi diri akan
meninggalkan tanah haram, untuk kembali ke kampung
halaman. Langkah Pak Haji menjadi berat disaat
akan berlalu dari Masjidil Haram. Pandangnya
seakan tak mau lepas dari menatap Kabah, dan
sebelum kaki benar-benar melangkah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Bagi seseorang yang khusyuk dalam ibadah hajinya<br />
tentu akan merasa sedih, disaat tiba waktunya<br />
melaksanakan thawaf wada. Setiap selesai satu<br />
keliling dada bertambah penat, air mata<br />
menggenang, sebab sebentar lagi diri akan<br />
meninggalkan tanah haram, untuk kembali ke kampung<br />
halaman. Langkah Pak Haji menjadi berat disaat<br />
akan berlalu dari Masjidil Haram. Pandangnya<br />
seakan tak mau lepas dari menatap Kabah, dan<br />
sebelum kaki benar-benar melangkah keluar dari<br />
batas babussalam, tak henti-hentinya dia menoleh<br />
ke belakang.</p>
	<p>Semakin jauh jarak pandang Pak Haji dari Kabah,<br />
semakin tak keruan perasaan, semakin meluap-luap<br />
keharuan yang memenuhi ruang dadanya. Tasbih dan<br />
doa tertulus yang pernah saya gumamkan adalah pada<br />
saat ketika dan selesai melaksanakan thawaf<br />
wada.lirih ceritanya pada seorang reporter.Dan<br />
perpisahan yang paling berat buat saya adalah<br />
perpisahan dengan Kabah dan tanah haram.</p>
	<p>Bagi mereka yang khusyuk dalam shaum dan qiyamul<br />
lail-nya pasti juga merasakan sedih, mengingat<br />
bulan Ramadhan yang akan segera mencapai<br />
penghujungnya. Diatas sajadah masjid tempat<br />
itikaf, mereka akan banyak menangis, mengenang<br />
detik-detik yang seakan terlalu cepat berlalu,<br />
dalam bulan suci nan syahdu yang datangnya cuma<br />
setahun sekali ini. Makin berat dada mereka,<br />
disaat tersadar, bahwa tahun depan belum tentu<br />
masih ada umur dan kesempatan, sehingga mereka<br />
bisa mengulang lagi kebersamaan ibadah, kemesraan<br />
berkhalwat dengan Allah, sebagaimana bulan<br />
Ramadhan kali ini.</p>
	<p>Kalau sudah begitu apalah arti baju baru, makanan<br />
enak dan serba persiapan menjelang Lebaran.<br />
Apalah pula arti belanja, mudik bahkan kemeriahan<br />
di hari Lebaran, bila belum-belum mereka sudah<br />
merindukan kedatangan Ramadhan, berharap Allah<br />
memberikan umur lagi untuk syahrul mubarak berikutnya.</p>
	<p>Idul Fitri pada hakikatnya disediakan Allah untuk<br />
mereka yang rindu bertemu dengan Ramadhan<br />
berikutnya. Rindu bertemu Ramadhan berarti rindu<br />
berjumpa Allah, karena hakikatnya pula<br />
ibadah-ibadah yang disunnahkan pada<br />
syahrur-Ramadhan itu tujuannya untuk mendekatkan<br />
diri kepada Allah. Idul Fitri tidak diadakan untuk<br />
mereka yang lalai beribadah, sebagaimana bunyi<br />
puisi Arab : Laysalied liman labisal jadid,<br />
walakinnalied liman amaluhu tazid yang artinya<br />
: Hari raya diadakan bukan untuk orang yang<br />
berpakaian baru, ia diadakan untuk orang yang<br />
senantiasa bertambah amal salehnya. Namun<br />
ironisnya, justru mereka yang kerap melalaikan<br />
shaum, mangkir tarawih dan malas tadarus-lah yang<br />
berhura-hura, seolah merayakan kemenangan, setiap<br />
tiba hari Lebaran.</p>
	<p>Bila Lebaran diadakan untuk mereka yang rindu<br />
berjumpa dengan Allah, tentu perayaannya harus<br />
dilakukan secara khusyuk, penuh kerendahan hati.<br />
Jika ada saatnya menikmati hidangan istimewa atau<br />
gelak tawa dikala silaturrahmi, itupun semata-mata<br />
hanya sebuah momen untuk menambah ungkapan syukur,<br />
atas limpahan berkah dan rahmat-Nya yang sungguh<br />
tak terkira, dikala sebelum, sedang dan sesudah<br />
kita merayakan Idul Fitri kelak. Maka ziarah<br />
kuburpun- bagi sebagian orang yang kerap<br />
melakukannya saat Lebaran- akan menjadi sebuah<br />
saat permenungan, bahwa kitapun kelak tak akan<br />
pernah merayakan Lebaran lagi, menikmati ibadah<br />
Ramadhan lagi, sebagaimana mereka yang telah pergi.</p>
	<p>Akhirul kalam, selamat merayakan hari kemenangan,<br />
sahabat. Semoga kita suka merayakannya dengan<br />
khusyuk, dengan fitri, dengan penuh kerendahan<br />
hati. Tak pantas kita berfoya-foya ditengah jumlah<br />
rakyat miskin yang kian bertambah. Tak layak bagi<br />
kita berlebih-lebihan, ketika sepiring ketupat<br />
telah menjadi makanan mewah buat sebagian kaum papa.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafakur2005.blogsome.com/2005/11/10/renungan-iedul-fitri/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
